Anak Kecil & Dasi bertuliskan Tut Wuri Handayani
Dikotak Selagi Sakit
Kotak itu mari sebut saja kamar, iyalah seperti itu. Tapi bisa juga tidak seperti itu, karena ada orang-orang yang menyebutkan itu kost-an, kontrakan ataupun terserah dia yaitu temen saya jabir menyebutnya apartemen. Kotak itu semacam ruang, dibatasi empat buah dinding yang entah keropos atau tidak saya tidak tau karena tidak saya cek, kamu mau cek? Silakan datang ke sini tapi tidak akan saya bayar karena memang saya tidak perlu tau.
Bandung dikala mau ke senja

Saya mau ke cibaduyut, mau menemui orang tua saya yang berbelanja disana. Tentu setelah bangun dari tidur jam 3 sore, karena saya memang bangun jam segitu terkadang, kalo saya ingin dan harus. Orang tua saya sudah telepon-telepon dari tadi sebelumnya saya bangun saat saya masih tidur, tapi pulas tidur menghakimi bahwa saya benar dan menyebabkan terciptanya sebuah bernama “ketiduran”. Saya pergi kesana kecibaduyut menemui orang tua tercinta saya. Oh mereka ada disana si pengukir hebat dan ibu rumah tangga wiraswasta yang telah merancang saya, merancang hingga menybabkan saya secara biologis terprogram untuk tetap seperti ini yang sangat manis budi, seperti saya sekarang ini hebat atau tidak tapi saya sebut saja hebat karena saya yang tulis ini, dan untuk yang baca: hebat tidak hebat harus hebat.
Ada saya juga teman-teman dan syukuran kresna
ketika pada waktu itu disekota bandung pada sekitar gegerkalong girang. Saya siang-siang bukan kamu siang-siang, ketiduran dan tentu saja dengan mata tertutup, tapi lalu bangun karena sudah sore. Harus bangun juga sebenarnya karena saya rupanya sudah ada janji. Janji dengan teman-teman untuk apa untuk buka bareng juga sekaligus merayakan sukuran dan selamatan teman saya kresna.
Nesya dan tetangganya Mali
Dan terakhir, memang Nesya lalai (bukan kalong) mencatat barang-barang yang melimpah banyak kepunyaan dari Nesya ini, karena Nesya memang malas untuk mencatat barang-barang itu secara terstruktur. Makanya Nesya pun di sadarkan oleh Mali akan pentingnya menctat apa-apa yang Nesya punya. Memang ketika barang tersebut di akui oleh Mali, Nesya masih ingat dalam hati bahwa itu barang milik Nesya… tetapi rasa memiliki di hati saja tidaklah cukup, Nesia menyadari suatu hal…













